RAGAM  

Sekwan Bantah Tudingan Yang Menghebohkan Anggaran Mami DPRD Nisel 2023 Sebesar Rp. 5 Milyar.

Foto: Arifman Fatizanolo Wau, S.S., M.M. (Sumber: S.Wau)
banner 120x600

Teluk Dalam, Nias Selatan, Cahayapost.com

Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara, Arifman Fatizanolo Wau, S.S., M.M. membantah tudingan atas beredarnya pemberitaan di salah satu Media massa yang menghebohkan dengan menyebut dugaan anggaran makan minum (MaMi) di lembaga DPRD Nias Selatan TA. 2023 sebesar Rp. 5 Milyar. Arifman mengatakan bahwa penuturan salah satu oknum awak media di Media Cetak dan Online itu tidak benar.

ADVOKAT

Berawal dari pemberitaan yang telah diisukan oleh salah satu Media dan di bagikan di beberapa group whastapp, Group Humas Polres Nias Selatan, Group Media Center Nias Pro 2023, dan Group Adhyaksa Media Center NS dengan judul “Anggaran Makan Minum DPRD Nisel Rp. 5 Miliar Diperbincangkan Warga”. Berita tersebut menuai perhatian dan menjadi isu hangat ditengah tengah masyarakat khususnya Nias Selatan.

Guna memastikan info tersebut, awak Media ini bersama beberapa wartawan dari berbagai Media di Nias Selatan mendatangi Sekwan di Kantor DPRD Nisel pada Senin (11/12/2023) siang.

Pada kesempatan itu, Arifman menyampaikan, setelah melihat dan membaca isi berita tersebut, pihaknya merasa kaget atau terkejut karena anggaran MaMi DPRD di tahun 2023 sangat fantastis disebut sebesar Rp 5 Milyar. “Itu tidak benar” tegas Sekwan.

“Saya kurang tau dari mana mereka mendapatkan data tersebut, yang jelasnya anggaran MaMi kami tahun 2023 hanyalah sebesar Rp. 1,3 Milyar, bukan Rp. 5 Milyar. Jadi, sekali lagi saya katakan bahwa berita tersebut tidaklah benar. Perlu juga saya sampaikan bahwa saya tidak pernah alergi atau menghindar kepada rekan atau mitra kami dari Pers” ujar Arifman.

Dikatakannya lagi, “Kebetulan tempo hari saya lagi sibuk saat diinformasikan oleh anggota ke saya, ada dari teman Media ingin jumpa kepada saya tanpa diberitahu alasan atau tujuannya, karena sibuk pada saat itu makanya saya arahkan ke bagian humas, kalau diberitahukan kian tujuannya saya tidak mungkin mengarahkannya ke bagian humas dan itu tidak apa apa hanyalah miss communication”. (S. Wau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVOKAT