Kapus Sömambawa Serius Dalvin Amazihönö Ditetapkan Sebagai Tersangka, PH Korban Desak Polres Nisel Lakukan Penahanan.

Foto: Bung Fakha, Kuasa Hukum korban Yusibae Finowa’a bersama Kabiro Cahayapena.com Kab. Nias Selatan Superman Wa’u (Sumber: LibG)
banner 120x600

Teluk Dalam, Nias Selatan, Cahayapost.com

Jum’at, 14 Juli 2023

ADVOKAT

Kepala Puskesmas Sömambawa Serius Dalvin Amazihönö alias Ama Yuan, warga Desa Sinar Baru Daro Daro, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Nias Selatan terkait dugaan penganiayaan terhadap nenek tirinya Yusibae Finowa’a alias Ina Nasi Amazihönö.

Penetapan tersangka ini diketahui sebagaimana dalam surat pemberitahuan penetapan tersangka dari Polres Nisel nomor: B/1949/VII/RES.1.6/2023/RESKRIM tertanggal 12 Juli 2023 yang diterima oleh Kuasa hukum korban pada Kamis (13/7/2023).

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Nias Selatan AKBP. Boney Wahyu Wicaksono, S.I.K melalui Kanit Pidum Reskrim Polres Nisel Eltiferi Dachi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/7/2023).

Sementara itu, Kuasa Hukum korban Yusibae Finowa’a, Adv. Faahakhödödö Telaumbanua, S.H alias Bung Fakha kepada wartawan di Mapolres Nisel, Kamis (13/7/2023) menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Polres Nias Selatan atas penetapan Serius Dalvin Amazihönö sebagai tersangka penganiayaan Yusibae Finowa’a.

Pihaknya juga berharap, paska penetapan tersangka ini, pihak Polres Nias Selatan segera melakukan penahanan terhadap tersangka Serius Dalvin Amazihönö agar tidak terkesan bahwa tersangka ini kebal hukum.

“Kami berharap agar pihak Polres Nias Selatan segera melakukan penahanan kepada Serius Dalvin Amazihönö, begitu juga kepada Pemda Nias Selatan agar meninjau ulang dan memberhentikan Serius Dalvin Amazihönö sebagai Kepala Puskesmas Sömambawa karena sedang berstatus sebagai tersangka” ujar Bung Fakha yang didampingi oleh rekan Advokat nya dari Kantor Hukum Bung Fakha & Rekan, Adv. Poliyaman Lömbu, S.H. dan Adv. Liberkah Gulö, S.H.

Foto: Tersangka penganiaya nenek tirinya, Serius Dalvin Amazihönö (tengah baju putih) saat cek TKP (Sumber: FT)

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari masalah tanah warisan suami Yusibae, Ama Rati Amazihönö. Ketika Yusibae telah membangun sebuah dwiker plat di tanah warisan di Desa Mogae, Kec. Lahusa, pada sore Kamis (27/4/2023), datang Foarota Amazihönö dan Muliama Larosa diduga merusak dwiker plat tersebut dan diduga melakukan pengancaman terhadap Yusibae. Hal ini karena Foarota Amazihönö dan Muliama Larosa mengklaim secara sepihak bahwa warisan tersebut telah menjadi milik Muliama Larosa, istri dari anak tiri Yusibae.

Kemudian, pada malam harinya, Dalvin dan istrinya mendatangi rumah Ina Suci, dimana disana ada Yusibae, dan Dalvin diduga melakukan penganiayaan kepada Yusibae, sehingga kepala Yusibae terluka. Dan akibat dari datangnya Dalvin dan istrinya ke rumah itu, Ina Suci juga mengalami korban kerusakan lemari, pintu dan kursi.

Kemudian Yusibae Finowa’a melapor di Polres Nias Selatan pada tanggal 2 Mei 2023 dengan Laporan Polisi nomor : LP / B / 85 / V / 3023 / SPKT / POLRES NIAS SELATAN / POLDA SUMATERA UTARA, dan akhirnya pada 12 Juli 2023 Serius Dalvin Amazihönö ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, beberapa perkara lainnya terkait kasus ini juga telah dilaporkan di Polres Nias Selatan sebanyak 6 LP lagi selain perkara yang telah menjadikan Dalvin ini sebagai tersangka. (S.Wa’u/LibG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVOKAT